Tentang Dia (Part 2)

Tentang Dia (Part 2)
Oleh: Gunawan


Sosok pekerja keras, dan tak mudah menyerah. Itulah si Dia. Suatu waktu aku mendapatkan nasihat darinya. Dia mengatakan, bahwa bila ingin menjadi orang yang sukses, maka hindari dua hal. Pertama, jangan malas. Kedua, jangan pernah mengeluh. Dua hal ini selalu kuingat.

Dia melanjutkan, bahwa malaslah yang dapat menghalang seseorang untuk meraih sesuatu, kendati itu mudah dicapai. Oleh karenanya, tak ada cara lain yang harus dilakukan melainkan melawan rasa malas itu sendiri dan bersegera untuk beraksi, tanpa menunda-nunda. Memang Dia orangnya begitu disiplin, tak suka mengulur-ulur waktu. Bila ada suatu pekerjaan yang bisa dikerjakan pada hari itu, maka ia langsung mengerjakannya pada hari itu juga. Sakit pun tak ia rasakan, demi melakukan sesuatu untuk meraih impiannya.

Aku pun sedikit demi sedikit mencoba melakukan apa yang menjadi nasihatnya tersebut, yaitu untuk mengerjakan segala sesuatu dengan bersegera, tanpa harus menunggu besok, lusa, dan seterusnya. Kendati, aku belum bisa sepenuhnya seperti Dia. Berharap, suatu saat aku bisa mengikuti jejak dan kepribadiannya yang begitu disiplin, pandai mengatur waktu, dan tak suka bermalas-malasan.

Mengeluh, ini juga satu kata yang selalu ia hindari. Layaknya “malas”, mudah mengeluh itu bukanlah kepribadiannya. Sesungguhnya, mengeluh ini merupakan sahabat dekatnya malas. Artinya, ketika seseorang sudah mulai mengeluh dalam melakukan sesuatu, maka itu pertanda bahwa rasa malas itu akan muncul. Pun, ia juga tak suka dengan seseorang yang mudah mengeluh dan mengeluhkan sesuatu.

Pernah suatu waktu, aku mengetesnya. Ya, aku mengeluhkan sesuatu. Aku menceritakan kepadanya tentang ini dan itu. Sontak ia menasihati dan menceramahiku. Aku langsung terdiam, dan tak bisa lagi berkata apa-apa. Maklumlah, jika berhadapan dengan orang yang tak suka mengeluh, sudah pasti ujung-ujungnya aku kena semprotan.

Kini, aku terus berusaha dan mencoba menjalankan nasihatnya tersebut, sekaligus meniru kepribadiannya yang begitu anggun. Semoga aku mampu melakukannya, walau tak bisa sepenuhnya seperti Dia. Paling tidak, rasa malas, menyia-nyiakan waktu, dan mudah mengeluh, sedikit demi sedikit menghilang dari diriku. Semoga.

Wallahu a’lam.


Share This :