Inspirator Utamaku dalam Kepenulisan

Inspirator Utamaku dalam Kepenulisan
Inspirator Utamaku dalam Kepenulisan  


Oleh: Gunawan


Sebenarnya ada dua sumber utama yang menjadi inspirasi saya dalam hal tulis-menulis. Pertama, orang tua saya. Kedua, MATRIX SC yang merupakan salah satu organisasi sebagai tempat saya belajar dan menimba ilmu ketika saya kuliah dahulu. Mungkin ada di antara Anda yang bertanya: mengapa hanya mereka berdua (baca: orang tua dan MATRIX SC)? Mengapa bukan penulis-penulis terkenal, seperti Mujamil Qomar, Isjoni, M. Joko Susilo, Maria Hidayah, Hernowo, M. Husnaini, Andrea Hirata, Buya Hamka, Tere Liye, dan lainnya?

Baiklah, saya akan mencoba menjelaskannya. Seperti yang saya paparkan di atas, bahwa inspirator saya yang pertama dalam hal kepenulisan adalah orang tua saya sendiri. Memang, orang tua saya bukanlah seorang penulis. Kedua orang tua saya hanyalah lulusan SMA/sederajat. Mereka berdua berprofesi sebagai petani. Sebagai seorang anak, saya tidak pernah melupakan jasa mereka. Merekalah yang mengajarkan saya bagaimana cara mensyukuri nikmat yang diberikan oleh-Nya. Mereka juga yang selalu memotivasi dan mendukung saya untuk terus mengenyam pendidikan formal walau ekonomi pas-pasan.

Suntikan motivasi tersebut terus mengalir di nadi saya hingga sekarang. Suatu waktu, saya berencana menuliskan semua kisah dan momen kehidupan saya dan keluarga. Alhamdulillah, itu masih dalam proses. Tanpa suntikan motivasi dan dukungan dari mereka, maka saya mungkin tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini. Jadi, sangatlah wajar jika saya menempatkan mereka sebagai orang pertama yang menginspirasi saya dalam hal tulis-menulis.

Inspirator yang kedua adalah MATRIX SC. MATRIX SC merupakan lembaga pengembangan dan pencerahan dunia matematika di UIN Alauddin Makassar. Organisasi inilah yang mengajarkan saya banyak hal. Di sini saya banyak belajar tentang matematika, masalah sosial, dan sebagainya. Salah satu program rutinitas tahunannya adalah menyapa masyarakat (para siswa dan guru) di sekolah-sekolah lintas kabupaten di Sulawesi Selatan. Kegiatannya bermacam-macam, seperti Olimpiade/Lomba Matematika, Pelatihan Mengajar, BAKSOS, LDK, dan Seminar Pendidikan. Istilahnya sekarang adalah We Care We Share. Belum lagi program kerja lain yang diadakan di kampus dan sekitarnya. Dari berbagai ilmu dan pengalaman yang saya peroleh di lembaga tersebut, akhirnya tahun 2011, saya terinspirasi untuk memulai menulis buku. Dengan harapan, bahwa buku yang saya tulis, minimal bisa dibaca dan dinikmati oleh teman-teman di lembaga tersebut.

Wallahu a’lam.     

Ditulis pada hari Senin, 13 Februari 2017                  


Share This :