Bersyukur dan Bahagia Rasanya

Bersyukur dan Bahagia Rasanya
Oleh: Gunawan


Awal September 2017 merupakan salah satu momen bahagia yang saya rasakan. Bahagia karena usaha saya tak sia-sia. Tentu ini juga berkat izin Tuhan. Saya sangat bersyukur karena doa saya telah dikabulkan oleh-Nya.

Ya, saya bersyukur dan bahagia. Sebab dalam satu minggu pertama, ada dua teman dunia maya saya yang betul-betul sudah aktif dan rutin berbagi lewat karya tulis. Tulisannya pun begitu indah, apik, dan bernas. Potensi mereka luar biasa sekali. Bahkan, mereka berdua bilang, tak menyangka bisa menulis seperti itu. Tapi, itulah yang terjadi. Mereka juga bercerita kepada saya, katanya ketika sedang menulis, ide-ide lainnya tiba-tiba muncul sehingga lahir lagi tulisan-tulisan berikutnya.

Alhasil, mereka berdua sangat gembira dan bahagia. Sebab, berbagai kisah dan pengetahuan mereka paling tidak bisa diabadikan lewat tulisannya itu.

Bagi saya memang tak ada yang tak mungkin bila kita mau berusaha, “apa pun” itu. Demikian juga dengan menulis. Buktinya mereka berdua seperti yang saya ceritakan di atas, mampu melakukan yang mereka sendiri tak yakin akan hal itu. Semuanya, hanya butuh aksi nyata. Langsung mempraktikkan. Langsung menulis. Karena mustahil akan terwujud suatu tulisan bila tak pernah mau menuliskannya. Juga, tak akan bisa mengetahui apakah kita mampu menulis atau tidak, manakala belum dan tidak pernah untuk mencobanya.

Mereka berdua di atas adalah bukti nyata dalam hal ini. Sekali lagi, saya sangat bahagia dan bersyukur melihat progres mereka. Mereka betul-betul mau belajar dan berbagi lewat tulisan.

Sesungguhnya hal demikian bisa terjadi karena memang mereka mempunyai tekad dan motivasi dalam diri yang sangat tinggi. Betul memang, bahwa dorongan dan support dari orang lain itu perlu adanya, termasuk dalam aktivitas menulis. Namun, jika itu dibarengi dengan kesadaran dalam diri masing-masing, maka itu akan jauh lebih bagus lagi. Saya sering mengatakan demikian kepada mereka. Dan, mereka memahami itu. Sehingga hasilnya telah dirasakan dan dinikmatinya.

Wallahu a’lam.

Share This :