Peduli dan Apatis

Peduli dan Apatis
Oleh: Gunawan


“Peduli” dan “apatis” merupakan dua kata atau istilah yang mempunyai arti yang berlawanan. Peduli merupakan sikap memerhatikan terhadap sesuatu, baik pada dirinya maupun di luar dirinya. Sedangkan, apatis merupakan sebaliknya, yaitu sikap tidak peduli terhadap sesuatu (acuh tak acuh), masa bodoh.

Dalam kehidupan sehari-hari, kedua sikap ini, sudah barang tentu kita sering melihatnya. Mungkin juga keduanya dimiliki oleh pribadi kita masing-masing. Yang pasti, hanya pribadi masing-masing yang mengetahuinya.

Orang yang peduli terhadap sesuatu merupakan orang memerhatikan keadaan di sekitarnya. Misalnya, bila ada orang yang meminta bantuannya, ia membantunya. Ini merupakan salah wujud daripada sikap peduli itu sendiri. Tanpa diminta pun, orang yang peduli tentu akan langsung bertindak sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya.

Sikap peduli ini, sesungguhnya sangat dianjurkan untuk dimiliki oleh setiap orang, apalagi dalam kehidupan bermasyarakat. Mau tidak mau, suka tidak suka, sikap ini harus ada dan melekat pada setiap individu, sebagai bentuk perhatiannya terhadap sesama (kehidupan bersosial). Banyak sekali contoh yang berkaitan dengan sikap peduli ini, selain dari yang disebutkan di atas. Barangkali, Anda bisa menambahkannya sendiri.

Sementara orang yang acuh tak acuh (apatis) merupakan orang yang tidak mau tahu terhadap keadaan sekitar. Entah itu terhadap sesama manusia maupun terhadap makhluk ciptaan-Nya yang lain. Sikap atau sifat yang satu ini, sebaiknya “tidak boleh” dimiliki oleh setiap individu. Sebab, efeknya tidak baik, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Anda mungkin pernah melihat orang yang memiliki sifat apatis (tidak peduli, masa bodoh). Tentunya, Anda juga pasti tahu bagaimana harus menyikapinya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, tentu kita tidak boleh apatis terhadap berbagai persoalan atau permasalahan, apalagi itu demi kepentingan umum. Kita harus ikut andil. Kita harus peduli terhadap berbagai permasalahan. Peduli dalam arti, memberikan sumbangsih ide dan pemikiran sebagai solusi permasalahan yang dimaksud. Jadilah problem solver.

Sekiranya, sikap peduli terhadap sesuatu jauh lebih utama dan lebih baik daripada sikap acuh tak acuh. Sikap peduli perlu ditanamkan pada setiap individu sejak dini. Sebaliknya, sikap apatis tidak boleh kita tanam dalam pribadi masing-masing.

Wallahu a’lam.

Share This :