Berusaha untuk Terus Menulis

Berusaha untuk Terus Menulis
Oleh: Gunawan


Memang betul salah satu ungkapan yang mengatakan, bahwa “ala bisa karena terbiasa.” Sesuatu yang sudah dibiasakan atau dilakukan secara rutin akan menjadi bisa. Apa pun itu pasti bisa dilakukan.

Contoh sederhana, menulis. Saya yakin, bahwa seseorang yang menjadi penulis terkenal sekarang, dulunya pasti bermula dari belajar secara terus-menerus sampai ia mahir dalam menulis. Tidak ada yang instan. Pasti ia berproses. Nah, dari proses yang dilakukan inilah, akhirnya ia menjadi penulis yang terkenal seperti sekarang ini.

Terus, apa hubungannya dengan kalimat pada judul tulisan di atas? Baiklah, saya akan mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dari kalimat pada judul tersebut di atas.

Menulis, sudah menjadi rutinitas harian saya. Barangkali, ini juga merupakan bagian dari kebutuhan primer saya. Tulisan saya memang masih sangat sederhana dan jauh dari kesan waow. Saya hanya berusaha untuk terus menulis dan menulis. Baik atau tidaknya, berbobot atau tidaknya, “tidak pernah” saya hiraukan. Yang penting saya berusaha untuk tetap menulis dulu. Sebab, bagi saya setiap tulisan pasti ada pembacanya masing-masing.

Hidup ini terasa hampa, jikalau jari-jari ini sudah tidak bisa lagi menari dan bergoyang di atas keyboard. Jari-jari ini baru mau berhenti manakala sudah bisa menghasilkan karya tulis.

Seperti yang saya jelaskan di atas, saya hanya berusaha untuk menulis saja dulu. Soal berbobot atau tidaknya, itu belakangan. Memang betul, bahwa untuk menjadikan atau menghasilkan tulisan yang berbobot dan berkualitas, pasti perlu waktu lama. Barangkali, salah satu caranya dengan membaca tulisan-tulisan orang lain yang berbobot dan berkualitas.

Namun, tidaklah salah jika saya hanya berusaha untuk menulis dulu, walau masih belum berbobot dan berkualitas. Semoga setiap apa yang saya tulis (walau masih sangat sederhana) bisa memotivasi orang lain untuk mau belajar menulis dan berbagi lewat karya tulis. Tentu juga, semoga apa pun yang saya tulis bernilai ibadah di sisi-Nya.

Wallahu a’lam.

Share This :