Kenangan Indah, Tapi…

Kenangan Indah, Tapi…
Oleh: Gunawan


Belum lama aku mengenalnya. Itu pun hanya sebatas lewat dunia maya. Ya, aku berkenalan dengannya lewat media sosial. Tepatnya, lewat Facebook. Meski demikian, seolah-olah berada di dunia nyata. Seakan-akan saling bertatap muka tanpa ada pembatas.

Kami pun saling tukar nomor WhatsApp. Sehingga lebih memudahkan kami untuk berkomunikasi. Mulailah kami saling chatting, dan sesekali menelepon, membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kebiasaan masing-masing. Biasalah awal-awal, jadi masih rada-rada canggung. Namun, lama-lama rasa canggung pun hilang sedikit demi sedikit.

Ia banyak menceritakan kisah hidupnya. Mulai dari sesuatu yang menyenangkan, inspiratif dan lainnya. Tentu, aku hanya menyimaknya saja. Juga, sedikit mencatat poin-poin penting dari ceritanya itu. Sehingga, di waktu luang aku mencoba membahasatuliskannya kembali. Setidaknya, tidak sia-sia apa yang menjadi bahan obrolan kami itu.

Cerita demi cerita ia sampaikan kepadaku. Aku begitu menikmatinya. Ia begitu hebat, pandai merangkai kata demi kata, sehingga membuatku terpesona akibat ceritanya itu. Ia begitu inspiratif. Menjadi panutan bagi orang-orang di sekitarnya. Sungguh indah.

Di tengah obrolanku dengannya via WhatsApp, tiba-tiba aku mendengar suara teriakan anak kecil. Aku pun terbangun. Aku begitu kaget, dan ternyata semua kisah atau cerita ini hanya bunga tidurku di siang hari nan panas. Aku kira bukan mimpi. Hehehe.

Wallahu a’lam.
Share This :